Lebih Tahu: Susu UHT

Sumber: https://www.ultrajaya.co.id/ultrajaya-at-a-glance/technology-highlights/ind

Pada dasarnya susu merupakan minuman segar yang diperoleh langsung dari pemerasan hewan mamalia, seperti sapi. Susu segar mengandung gizi tinggi yang diperlukan untuk pertumbuhan badan. Namun, susu ini sangat mudah rusak jika tidak lekas dipanaskan dan segera dikonsumsi. Dan jika terkontaminasi udara setelah diperah, susu akan semakin rentan membawa bakteri yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, susu segar harus diproses langsung agar dapat dikonsumsi dengan aman dan bertahan lebih lama. Ada dua jenis susu yang sering dikonsumsi masyarakat, yaitu susu bubuk dan susu cair. Kandungan gizi dalam susu cair lebih tinggi dibanding jenis lainnya karena telah melalui pengolahan dengan suhu tinggi dan dalam waktu singkat.

Susu UHT merupakan susu yang diproses secara steril sehingga dapat meningkatkan umur simpan susu pada suhu ruang sebelum kemasan dibuka. Susu mengandung karbohidrat utama (laktosa), dimana lakstosa dapat diurai oleh mikroorganisme apabila susu dibiarkan terbuka. UHT adalah kependekan dari Ultra High Temperature, yaitu proses pemanasan susu segar yang dilakukan setelah diperah langsung dari sapi, dan proses pengolahannya dianggap paling aman karena memakai peralatan modern yang lebih aseptis dengan pengawasan yang ketat dalam proses pengolahan. Pengolahan susu UHT menggunakan suhu tinggi dengan temperatur 135 – 145 derajat celsius dalam waktu 2-3 detik. proses pemanasan pada susu UHT bertujuan untuk mematikan bakteri jahat yang terdapat pada susu segar.

Ketika susu dipanaskan, reaksi kimia yang terjadi dapat mengubah sifat fisik. Memanaskan susu dapat menyebabkan penurunan kadar pH, pengendapan kalsium fosfat dan denaturisation protein. Reaksi kimia dalam susu tidak sensitif temperatur, oleh karena itu menggunakan proses ultra-tinggi suhu, pendinginan dan pemanasan dengan waktu yang singkat adalah teknik untuk membantu mengurangi jumlah reaksi kimia di dalam susu.

Pemanasan dengan suhu tinggi dapat mengubah komposisi dan kandungan dalam susu UHT. Namun, karena saat ini terlah berkembang teknologi untuk mengolah susu, pemanasan suhu tinggi pada susu UHT tanpa mengubah komposisi dan kandungan nutrisi di dalamnya telah banyak dipraktikan, caranya adalah menggunakan teknologi pemanasan kilat. Pemanasan dilakukan dalam beberapa detik saja dengan suhu 140 derajat celsius. Waktu pemanasan yang singkat bertujuan untuk meminimalisir hilangnya kandungan nutrisi dan menjaga kesegarannya. Dengan teknologi ini, susu kemasan yang diproses dengan cara UHT bisa bertahan dan disimpan lebih lama tanpa bahan pengawet.

Karena susu UHT diperoleh dari pengolahan yang cukup panjang, susu UHT dapat bertahan lebih lama. Susu UHT dapat bertahan selama 6-12 bulan dalam kemasan dan 5 hari setelah kemasan dibuka. Dengan kemampuan simpan yang cukup lama, susu UHT dapat disimpan tanpa harus didinginkan terlebih dahulu.

Karya: Ni’matus Sabila

You may also like...