Lebih Tahu: Perbedaan margarin dan mentega

Banyak orang yang mengira margarin dan mentega sama, padahal kedua bahan ini memiliki perbedaan. Perbedaan mereka mulai dari warna, pemanfaatan, rasa, bahan baku, proses pemאוזניות מעולות לאמפי 3  kärring moppe  בני ציון נעליים  marine stickers for boat  сребърна бижутерия  aufgesetzte tasche mit futter nähen  amarillo pastel pantone  adidas superstar bot metalic  pantalon chino homme skinny  اسباب وجع الجنب للحامل  grüne zimmerpflanze große blätter  wieszak na ubrania i parasole  nine west bags sheer genius slgs  cizme lungi sclipici  tapijt kleden  buatan, dan kandungannya.

Sekilas perbedaan keduanya hanyalah dari warnanya. Margarin biasanya berwarna lebih kuning. Sedangkan mentega cenderung berwarna kuning keputihan. Umumnya, mentega lebih sering digunakan dalam proses memanggang, seperti proses pembuatan kue, biskuit, dan sebagainya. Margarin biasanya lebih condong ditemukan di dapur dan digunakan untuk menumis, menggoreng, atau dioleskan pada roti tawar sebagai sarapan keluarga. Sementara dari segi rasa, mentega lebih asin sedangkan margarin sedikit asam.

Bahan Baku

Bahan baku margarin umumnya terbuat dari minyak canola, minyak sawit, dan minyak dari tumbuhan lainnya. Sedangkan mentega terbuat dari lemak atau krim yang dipisahkan dari susu sapi atau minyak hewani lainnya.

Proses Pembuatan

Dari segi proses pembuatan, mentega atau butter dibuat dengan memisahkan krim dari susu sapi terlebih dahulu sebelum krim diaduk sampai mengental. Setelahnya, sisa cairan sehabis proses pengadukan akan dibuang dan bagian padatnya yang akan dibentuk menjadi mentega.

Sedangkan margarin dibentuk dengan proses yang disebut sebagai hidrogenasi. Proses ini berfungsi untuk membuat minyak tumbuh-tumbuhan yang awalnya berbentuk cairan menjadi padatan dengan memaparkan minyak dengan panas dan tekanan yang tinggi.

Kandungan

Mentega kaya akan lemak jenuh karena terbuat dari lemak hewani, berbeda dengan margarin yang terbuat dari minyak tumbuh-tumbuhan yang dipadatkan.

Meskipun margarin terbentuk dari minyak tumbuhan yang rendah lemak jenuh, tetapi proses hidrogenasi menyebabkan perubahan pada beberapa lemak tak jenuh menjadi lemak jenuh, serta memunculan lemak trans yang tidak sehat sebagai salah satu hasil dari proses hidrogenasi.

Akan tetapi, sekarang ini sudah ada proses interesterifikasi untuk membuat margarin yang tidak mengandung lemak trans.

 

Karya: Aprilia Nur Azizah

You may also like...