Lebih Tahu: RACUN SIANIDA

 

Racun sianida adalah senjata mematikan jika tidak digunakan pada tempatnya. Pada tahun 2021 ini, terdapat dua kasus yang melibatkan racun sianida. Kasus yang pertama yang terjadi pada April 2021, yang dimulai dari Nani Apriliani mengirim sate melalui ojek online (ojol) ke rumah Aiptu Tomy yang berada di Yogyakarta namun tanpa aplikasi. Penghuni rumah menolak kiriman tersebut dan memberikan kepada ojol yang mengirimkan tadi. Ojol tersebut memakan sate bersama anggota keluarganya. Kemudian ojol tersebut kehilangan anaknya karena keracunan.

Kasus yang kedua, baru-baru ini terjadi dalam peristiwa bunuh diri yang dilakukan Novia Widyasari, yang statusnya masih menjadi mahasiswa itu ditemukan tewas akibat bunuh diri dan menurut keterangan polisi, Novia telah meminum potasium sianida disamping makam ayahnya yang terletak di kecamatan Suko, Mojokerto, Jawa Timur. Flashback kejadian 5 tahun lalu, kasus pembunuhan Mirna yang dilakukan oleh Jessica melalui kopi sianida. Lagi-lagi sianida disalahgunakan. Lalu apa sih sianida itu???

Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung gugus siano C≡N dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen. Bentuk dari sianida  sendiri juga beragam. Mulai dari sianida potasium (KCN) dan sianida sodium (NaCN) yang berbentuk kristal, serta berbentuk gas yang tidak berwarna seperti sianogen klorida (CNCI) dan hidrogen sianida (HCN).

Kenapa sianida bisa begitu berbahaya??, kita kenali lebih dulu apa itu sebenarnya sianida. Sianida sendiri sebenarnya adalah insektisida dan pestisida. Namun jika digunakan sebagai racun, sianida termasuk racun yang dapat bekerja dan menyebar dengan cepat, serta sangat berpotensi mematikan.Yang mengakibatkan kematian adalah karena sianida mengikat bagian aktif dari enzim sitokrom oksidase sehingga mengakibatkan terhentinya metabolisme sel secara aerobik dan gangguan respirasi seluler. Akibatnya, dalam beberapa menit akan mengganggu transmisi neuronal

Selama ini, mungkin masyarakat mulai mengenal yang namanya racun sianida dari kasus ‘kopi sianida’, di mana korban keracunan akibat bubuk racun ini yang sudah dicampur ke dalam kopinya. Padahal tanpa disadari, sebenarnya kita mungkin menghirup racun ini dalam kehidupan sehari-hari, namun dalam skala yang sangat kecil sehingga efeknya tidak mematikan. Berikut ini beberapa benda atau bahan sehari-hari yang mungkin membuat Anda terpapar racun sianida.

@ Asap yang berasal dari kebakaran atau terbakarnya alat-alat sepert karet, plastik, dan sutera membentuk asap yang mengandung sianida.

@ Sianida yang digunakan untuk fotografi, penelitian kimia, plastik sintetis, proses pengolahan logam, dan industri electroplatting.

@ Tanaman yang mengandung sianida seperti tanaman aprikot dan tanaman singkong. Mengapa tidak pernah ada yang keracunan saat menyantap singkong rebus? Di alam, singkong atau cassava menghasilan racun ini dalam bentuk senyawa glikosida sianogenik yang dinamakan linimarin. Senyawa glikosida sianogenik relatif tidak beracun, namun proses enzimatik yang terjadi di dalam tubuh manusia bisa mengurainya menjadi hidrogen sianida, salah satu bentuk racun sianida yang paling beracun. Untungnya, tidak semua jenis singkong menghasilkan senyawa ini dalam jumlah besar. Jenis singkong yang biasa dikonsumsi sehari-hari umumnya menghasilkan sianida dalam jumlah sangat kecil, dan kadarnya semakin berkurang dengan pengolahan yang benar.

@ Asap rokok adalah sumber sianida paling umum. Sianida secara natural terdapat pada tembakau. Darah para perokok bisa jadi mengandung sianida 2.5 kali lebih banyak daripada orang yang tidak merokok. Meskipun memang jumlah sianida dari tembakau ini tidak sampai meracuni Anda, tetapi untuk jangka panjang, penting bukan untuk menghindari rokok?

 

Oleh: Lailatul Mubarokah

 

 

 

 

 

You may also like...